Setia Sampai Akhir dan Mengakui Kebenaran Jalan-jalan-Nya

For to me, to live is Christ and to die is gain. But if I am to live on in the flesh, this will mean fruitful labor for me; and I do not know which to choose. (Philippians 1:21-22)

 

86 years have I serve Him, and He has done me no wrong. How can I blaspheme my King and my Savior?”

Begitulah jawaban Policarpus ketika Proconsul Statius Quadratus memintanya untuk menyangkal Kristus di hadapan banyak orang yang berkumpul di sebuah arena. Quadratus mencoba bujukan (baca: ancaman) lainnya, “Saya punya binatang-binatang buas di sini. Saya akan lemparkan kamu ke mereka kalau kamu tidak bertobat.”

Policarpus menjawab, “Tidak masuk akal bagi saya untuk bertobat dari apa yang baik ke sesuatu yang jahat.”

“Saya bakar kamu.” seru Quadratus.

“Kamu mengancam saya dengan api yang akan padam dalam waktu satu jam, tetapi kamu tidak paham tentang api penghakiman dan penghukuman kekal yang disiapkan bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan. Apa lagi yang kamu tunggu? Jadikanlah apapun yang kamu kehendaki.”

Kesabaran Quadratus telah habis. Api dipersiapkan dan Policarpus diikat. Ia memanjatkan doa terakhirnya, “Saya memuji-Mu untuk semua hal ini, saya memberkati dan meninggikan-Mu, bersama dengan Yesus Kristus. Kepada-Mu, bersama-Nya, melalui Roh Kudus, biarlah kemuliaan-Mu nyata sekarang dan selama-lamanya. Amin.”

Api membakar tubuhnya. Namun para saksi mata memberi kesaksian: “not as burning flesh but as bread baking or as gold and silver refined in a furnace.”

Policarpus sendiri, tiga hari sebelumnya bermimpi bantal di bawah kepalanya terbakar. Tentang hal itu, ia berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Saya akan dibakar hidup-hidup.” Dan beberapa hari kemudian, benar saja, datang rombongan pasukan berkuda yang diperintahkan untuk menangkapnya. Ia bisa saja kabur dan teman-temannya juga telah memintanya untuk melarikan diri, tetapi Policarpus berkata, “Biarlah kehendak Tuhan yang terjadi.”

Policarpus menyiapkan makanan dan minuman bagi para prajurit dan meminta mereka membiarkan dirinya berdoa selama satu jam sebelum menyerahkan diri. Permintaan Policarpus disetujui para prajurit. Ia pun berdoa dan baru selesai setelah dua jam.

Semasa hidupnya (69 – 156 AD), Policarpus dikenal sebagai guru dan pemimpin gereja yang sangat dihormati. Ia adalah Bishop di Smyrna, sebuah kota di Asia Kecil. Konon, ia adalah salah satu orang terakhir yang berinteraksi secara dekat dengan salah satu rasul dan menjadi murid Yohanes.

Kehidupan Policarpus menjadi salah satu kisah nyata seseorang yang berupaya setia sampai akhir mengikuti Kristus. Tapi bagi saya, bukan cuma itu. Ada hal yang bagi saya pribadi sangat menarik dalam pernyataan Policarpus yang saya kutip pada awal artikel ini. Bayangkan, 86 tahun melayani-Nya, dan menurut Policarpus tidak sekalipun Tuhan berbuat sesuatu yang tidak benar baginya. Sebuah kesaksian yang menggetarkan. Saya yakin kehidupan dan pelayanan manusia selama di bumi tidak ada yang berjalan mulus-mulus saja. Pasti ada jalan terjal yang harus dilewati. Banyak kesusahan dan air mata. Tetapi pernyataan Policarpus menggambarkan pengharapan dan keyakinan yang besar terhadap pemeliharaan Kristus di sepanjang hidupnya. Philip Yancey dalam bukunya The Question That Never Goes Away menulis begini, “Faith means believing in advance what will only make sense in reverse.”

Dalam hal ini saya masih harus terus belajar dan bertumbuh. Bagaimana tidak, terkadang belum juga 86 jam melayani, sudah banyak keluhan yang dialamatkan kepada Tuhan. Kurang inilah, seharusnya begitulah. Seolah-olah tangan Kristus tidak cukup panjang untuk menolong. Seolah-olah Kristus tidak memahami kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi. Seolah-olah Kristus seperti polisi-polisi dalam film India yang selalu datang terlambat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s