Kagawa, Iman dan Perbuatan

Salah satu buku favorit saya ketika remaja dulu adalah buku Seri Selamat karya Pak Andar Ismail. Tapi dari begitu banyak tulisannya, ada satu yang paling mengena dan nempel sampai sekarang dalam kehidupan saya. Tulisan itu adalah kisah tentang Toyohiko Kagawa. Kisah tersebut menjadi relevan dengan apa yang sering saya pikirkan yaitu tentang bagaimana iman menjadi nyata dalam kehidupan sebuah komunitas. Iman yang hidup, bisa dilihat, bisa dirasakan, bisa dialami oleh sesama.

Toyohiko Kagawa lahir tanggal 10 Juli 1888 di Kobe, Jepang. Ia lahir dari tengah keluarga yang kaya raya. Namun kedua orang tuanya meninggal ketika dirinya masih balita. Beberapa tahun kemudian, pamannya merawat Kagawa dan membiayai pendidikannya. Pada masa itu, Kagawa belajar bahasa Inggris dari dua orang misionaris asal Amerika, Dr. Charles Logan dan Dr. Harry Myers. Dari merekalah, Kagawa mulai mengenal Yesus. Ia terkesan dengan Khotbah di Bukit. Kagawa lalu menjadi Kristen. Hal ini membuat sang paman marah dan mengusirnya dari rumah.

Para misionaris dan komunitas Presbiterian lalu memeliharanya serta membiayai kegiatan studinya. Kagawa mengecap pendidikan di Meiji Gakuin College pada tahun 1905 dan kemudian pindah ke Kobe Theological Seminary dua tahun kemudian. Sejak masa mudanya, Kagawa telah memperlihatkan kasih yang begitu besar kepada mereka yang miskin. Bahkan, pada hari Natal tahun 1909, ia memutuskan keluar dari asrama di Kobe dan pindah ke apartemen kecil di daerah kumuh Shinkawa. Di sana, Kagawa tidak sekadar berkhotbah, tetapi juga melayani orang-orang miskin. Ia mengajar anak-anak membaca, membuka restoran murah, mendirikan sekolah dan klinik.

Toyohiko Kagawa sempat meninggalkan Jepang untuk studi lebih lanjut di Princeton Theological Seminary. Sekembalinya dari Amerika pada tahun 1917, ia kembali fokus pada pekerjaan pelayanan bagi orang-orang miskin. Kali ini, ia tidak hanya bergerak di wilayah kumuh saja, tetapi mulai memikirkan kegiatan-kegiatan yang lebih bersifat global. Kagawa melibatkan diri dalam pergerakan buruh di Jepang dan menjadi salah satu tokoh intelektualnya. Ia turut mengembangkan koperasi bagi para buruh. Beberapa tahun kemudian, ia mengembangkan proyek pelayanan baru: Japan Farmers Union. Pada tahun 1923, ia diminta membantu pemerintah untuk memimpin proyek rekonstruksi pasca gempa besar di Tokyo. Setelah itu, aktivitasnya tak juga reda. Ia mendirikan “Gospel Schools” di daerah-daerah pedesaan. Kemudian, pada tahun 1928, Kagawa aktif dalam gerakan anti perang dan sempat beberapa kali dipenjara karena kegiatan ini.

Dalam suatu wawancara, Kagawa mengatakan: “Tugas utama gereja di dunia bukan semata-mata penginjilan. Tetapi juga menerjemahkan Kerajaan yang ada di dalam diri kita ke dunia di sekitar kita. Orang-orang Kristen perlu terlibat untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil. Apakah termasuk di dalamnya melakukan penginjilan? Tentu saja. Tujuan kita adalah transformasi dari komunitas dan penginjilan, yang membawa hasil berupa transformasi pribadi dalam jiwa seseorang merupakan bagian yang penting dalam mencapai tujuan tersebut. Saya sangat ambisius dalam penginjilan. Target saya dalam pergerakan Kerajaan Allah di Jepang adalah untuk memenangkan 1 juta jiwa bagi Kristus. Kami telah berkeliling Jepang selama tiga tahun dan ribuan jiwa sudah menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.”

Dengan pola pikir seperti itu, tak mengherankan jika Kagawa menghabiskan banyak waktu dalam kehidupannya untuk menyatakan imannya dengan melayani sesama yang membutuhkan. Dan bagi saya apa yang dilakukannya menjadi gambaran riil dari tulisan Yakobus:

14 What use is it, my brethren, if someone says he has faith but he has no works? Can that faith save him? 15 If a brother or sister is without clothing and in need of daily food, 16 and one of you says to them, “Go in peace, be warmed and be filled,” and yet you do not give them what is necessary for their body, what use is that? 17 Even so faith, if it has no works, is dead, being by itself.

18 But someone may well say, “You have faith and I have works; show me your faith without the works, and I will show you my faith by my works.” (James 2 – NASB Version)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s