Mari Mengikuti Ajakan Thomas á Kempis

HE who follows Me, walks not in darkness,” says the Lord (John 8:12). By these words of Christ we are advised to imitate His life and habits, if we wish to be truly enlightened and free from all blindness of heart. Let our chief effort, therefore, be to study the life of Jesus Christ. The teaching of Christ is more excellent than all the advice of the saints, and he who has His spirit will find in it a hidden manna. Now, there are many who hear the Gospel often but care little for it because they have not the spirit of Christ. Yet whoever wishes to understand fully the words of Christ must try to pattern his whole life on that of Christ.

Begitulah kalimat pembuka Thomas á Kempis (1380-1471) dalam bukunya yang berjudul The Imitation of Christ. Tanpa basa-basi, ia langsung mengajak pembaca untuk mengikuti kehidupan dan kebiasaan Kristus. Hanya dengan cara itu seseorang dapat mengalami transformasi hidup. Dan menurut Thomas, nilai yang paling penting dalam mengikut Kristus adalah dengan menjadi rendah hati. “If you want to learn something that will really help you, learn to see yourself as God sees you and not as you see yourself in the distorted mirror of your own self-importance. This is the greatest and most useful lesson we can learn: to know ourselves for what we truly are, to admit freely our weaknesses and failings, and to hold a humble opinion of ourselves because of them.”

Thomas menulis buku ini antara tahun 1418 hingga 1427. Di dalamnya terdapat 4 bab: Thoughts Helpful in the Life of the Soul, The Interior Life, Internal Consolation, An Invitation to Holy Communion. Bahasa yang digunakan Thomas begitu sederhana namun mengena dan memicu proses refleksi yang lebih mendalam. Awalnya buku tersebut hanya digunakan untuk komunitas tempatnya bernaung, The Brethren of the Common Life, sebuah biara Augustinian di Belanda. Tapi di luar perkiraannya, buku devosi klasik yang awalnya ditulis dalam Bahasa Latin ini kemudian menjadi begitu terkenal dan diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa.

Banyak kisah dan testimoni menarik dari sejumlah tokoh yang menggemari The Imitation of Christ. Ignatius of Loyola, pendiri Serikat Jesuit membaca Imitation satu bab setiap hari dan rajin memberikan buku ini sebagai hadiah kepada banyak orang. John Newton, pengarang lagu Amazing Grace, mengatakan buku ini turut memengaruhi proses pertobatannya. Ketika badai besar menghantam kapal yang ditumpanginya, Newton teringat tentang kerentanan hidup manusia yang ditulis dalam Imitation dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Sedangkan John Wesley menyebutkan bahwa buku Imitation memberikan gambaran terbaik tentang kehidupan Kekristenan. Dan Dietrich Bonhoeffer membaca buku Thomas tersebut pada malam sebelum Nazi membawanya untuk dieksekusi.

Jadi bagaimana teman-teman, mau mengikuti ajakan Thomas á Kempis? Jika ya, maka Alkitab merupakan sumber utama untuk mempelajari ajaran-ajaran Kristus. Tetapi jika kalian butuh buku pendamping devosi, jangan ragu-ragu untuk membaca buku The Imitation of Christ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s